Siap Dukung Program MBG, 30 UMKM Terkurasi di NTT Ikuti Bootcamp Intensif Kementerian UMKM

Siap Dukung Program MBG, 30 UMKM Terkurasi di NTT Ikuti Bootcamp Intensif Kementerian UMKM

Kementerian UMKM Republik Indonesia berkolaborasi dengan Dinas Koperasi UKM Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar kegiatan Pelatihan Intensif dan Pendampingan (Bootcamp) bagi UMKM dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, pada 14–16 September 2026 ini dipusatkan di Swiss-Belcourt Kupang.

​Kegiatan ini merupakan bagian dari program Perluasan Keterlibatan UMKM dan Akselerasi Naik Kelas Ekonomi Nasional (PANEN UMKM). Sebanyak 30 pelaku UMKM terkurasi dibekali kesiapan agar mampu menjadi pemasok (supplier) utama dalam rantai pasok kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis di NTT.
​Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Kepala Bidang Pemberdayaan UKM Dinas Koperasi UKM Provinsi NTT, yang menyampaikan optimisme bahwa keterlibatan UMKM lokal dalam program strategis MBG tidak hanya mendukung pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memicu akselerasi ekonomi lokal dan mendorong UMKM NTT untuk naik kelas, dan secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Perencanaan dan Pendampingan Peningkatan Kapasitas Usaha Mikro Kementerian UMKM.

​Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan sesi Talk Show Inspiratif yang menghadirkan narasumber dari praktisi supplier UMKM serta perwakilan dari Koperasi Kelurahan Merah Putih Oepura. Sesi ini memberikan wawasan praktis mengenai kiat sukses, standar mutu, serta pola kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan pasokan bahan pangan bagi dapur MBG di NTT.

​Guna memastikan kesiapan usaha peserta secara teknis dan operasional, pendampingan intensif serta mentoring difasilitasi oleh 4 orang mentor dari Bidang Pemberdayaan UKM Dinas Koperasi UKM Provinsi NTT. Tim mentor tersebut terdiri dari 1 orang Jabatan Fungsional (JF) Pengembang Kewirausahaan dan 3 orang Pendamping Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT).

​Selama tiga hari bootcamp, para mentor mendampingi peserta mulai dari Supplier Readiness Assessment (penilaian kesiapan pemasok), klinik bisnis terkait manajemen stok dan rantai pasok, standar kualitas dan dokumentasi, pengelolaan keuangan agregator, hingga simulasi Business Pitch dan strategi negosiasi bisnis.

​Melalui pendampingan ini, para peserta dibimbing untuk mempresentasikan potensi usaha mereka di hadapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta mitra pengelola dapur. Rangkaian kegiatan ini juga akan dilanjutkan dengan sesi temu mitra bersama lembaga pembiayaan perbankan maupun non-bank guna memperluas akses permodalan bagi para pelaku UMKM peserta. (Oleh : Onvy Nenohaifeto, S.Tr.P)

Galeri Foto :
Share :
Facebook
WhatsApp