
Suarantt.id, Kupang -Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk memperkuat ekonomi masyarakat berbasis desa. Kali ini, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT menggandeng Universitas Muhammadiyah Kupang (Unmuh Kupang) untuk mendorong pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan program One Village One Product (OVOP) melalui skema Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.
Langkah strategis tersebut dibahas dalam pertemuan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, Linus Lusi, bersama Wakil Rektor I Unmuh Kupang, Dr. Abdul Madjid, pada Jumat (16/10/2026). Dalam pertemuan itu, Linus Lusi didampingi Kepala Bidang Kelembagaan Filipe Bere, Kepala Bidang Pemberdayaan Toby Messak, Plt. Kepala Bidang UKM Intan Adonara, serta pejabat fungsional madya Ivon.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kemitraan dengan dunia akademik guna memastikan program pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat nyata bagi warga desa dan kelurahan.
Linus Lusi: Pemprov NTT Datang Mencari Kawan
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, Linus Lusi, menegaskan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan kebutuhan penting dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan daerah.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mendorong kemajuan ekonomi masyarakat. Dukungan perguruan tinggi diperlukan untuk memperkuat pendampingan, pengembangan sumber daya manusia, serta pemanfaatan potensi ekonomi lokal.
“Pemprov NTT datang mencari kawan dan memperbanyak kawan dalam irama kolaborasi,” tegas Linus.
Selain itu, program pemberdayaan masyarakat berbasis desa melalui pendekatan OVOP dan OCOP juga perlu diperkuat agar potensi lokal dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif.
Linus menilai, Unmuh Kupang memiliki peluang besar untuk mengambil bagian dalam agenda tersebut melalui keterlibatan mahasiswa dan tenaga akademik dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dengan pendampingan yang tepat, masyarakat diharapkan mampu mengidentifikasi potensi unggulan wilayahnya, mengembangkan usaha, serta memperkuat kelembagaan ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.
Unmuh Kupang Siap Tindak Lanjuti Kerja Sama
Menurut Abdul Madjid, pengembangan KKN Tematik dengan fokus pada Kopdes Merah Putih dan OVOP akan memperluas ruang pengabdian mahasiswa sekaligus memperkuat kontribusi kampus terhadap pembangunan daerah.
“Apa yang disampaikan Pak Kadis bersama jajaran, termasuk program KKN Tematik OVOP dan program strategis nasional Kopdes Merah Putih, kita tindak lanjuti melalui perjanjian kerja sama (PKS), karena sebelumnya kami telah melakukan MoU bersama Pemprov NTT,” jelasnya.
Dosen senior bidang perikanan itu menambahkan, kehadiran dua program tersebut akan memperkaya pengalaman mahasiswa dalam menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, KKN Tematik dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ekonomi NTT.
8.200 Mahasiswa Jadi Potensi Penggerak Ekonomi Desa
Abdul Madjid mengungkapkan, Unmuh Kupang saat ini memiliki sekitar 8.200 mahasiswa. Sekitar 80 persen mahasiswa disebut berasal dari kelompok mahasiswa Katolik, yang mayoritas berasal dari Pulau Flores.
Menurutnya, keberagaman tersebut memperlihatkan karakter Unmuh Kupang sebagai kampus multikultural yang memberikan ruang pendidikan bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang. Potensi mahasiswa dalam jumlah besar itu dapat menjadi kekuatan untuk mendukung program pengabdian masyarakat, termasuk pendampingan koperasi dan pengembangan produk unggulan desa.
Melalui KKN Tematik, mahasiswa berpeluang terlibat langsung bersama masyarakat untuk memetakan potensi ekonomi, mengidentifikasi kendala usaha, dan merumuskan langkah pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan setiap wilayah. Pendekatan tersebut dinilai relevan bagi NTT, yang memiliki beragam potensi di sektor pertanian, peternakan, perikanan, kerajinan, dan berbagai produk lokal lainnya. Jika dikelola secara terarah, potensi tersebut dapat menjadi sumber penghasilan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa.
Kopdes Merah Putih dan OVOP Harus Berdampak Nyata
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan OVOP memiliki ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan secara terpadu melalui keterlibatan pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Kopdes Merah Putih berfokus pada penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Sementara itu, OVOP mendorong pengembangan produk unggulan berdasarkan potensi khas setiap wilayah.
Dalam pelaksanaannya, perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui pendampingan manajemen usaha, peningkatan kualitas produk, pengemasan, pemasaran, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia. Keterlibatan mahasiswa juga dapat membantu masyarakat mengenali peluang pasar dan mengembangkan produk lokal agar memiliki nilai tambah.
Namun, keberhasilan program tersebut tidak cukup hanya diukur dari pembentukan koperasi atau pelaksanaan kegiatan KKN. Hal yang lebih penting adalah keberlanjutan usaha, kemampuan koperasi melayani kebutuhan anggota, serta meningkatnya pendapatan masyarakat. Karena itu, tindak lanjut kerja sama melalui PKS menjadi penting untuk memperjelas bentuk kegiatan, pembagian peran, mekanisme pendampingan, dan evaluasi program.
Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada pertemuan antara pemerintah dan pihak kampus, tetapi berlanjut menjadi kegiatan nyata di desa dan kelurahan.
Melalui sinergi tersebut, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT bersama Unmuh Kupang diharapkan mampu menjadikan mahasiswa sebagai mitra masyarakat dalam mengembangkan koperasi, memperkuat usaha produktif, dan mengoptimalkan potensi ekonomi lokal.
Tujuan akhirnya, Kopdes Merah Putih dan OVOP tidak sekadar menjadi program pemerintah, tetapi menjadi instrumen pemberdayaan yang mampu mendorong kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Timur. ***
Sumber : Suarantt.id
