
KUPANG – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Nusa Tenggara Timur menerima kunjungan rombongan Secretaria de Estado das Cooperativas (SECoop) Timor-Leste, Kamis (22/10/2026), di Kupang. Kunjungan ini merupakan bagian dari program “Pelatihan Manajemen, Mentoring dan Evaluasi Kelembagaan Koperasi”.
Kegiatan di Dinas yang berlangsung pukul 10.00 hingga 12.30 WITA ini dihadiri pejabat dan pegawai SECoop Timor-Leste, perwakilan Next Era Synergy (NES), serta jajaran ASN Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT.
Dalam sambutannya, Ketua Rombongan SECoop Timor-Leste, Marcelino Menezes, menyampaikan terima kasih atas kesediaan Dinas menerima kunjungan tersebut. Perwakilan NES, Reza, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan mempelajari secara langsung praktik-praktik baik yang dapat digunakan dalam pengembangan koperasi di Timor-Leste. Ia berharap kegiatan ini menjadi langkah awal membangun hubungan dan kerja sama yang baik, khususnya di sektor koperasi antara NTT dan Timor-Leste.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, yang diwakili Sekretaris Dinas, menyampaikan selamat datang dan apresiasi kepada para peserta, serta memaparkan informasi umum perkembangan koperasi di NTT. Ia menyampaikan bahwa setiap daerah dan negara memiliki karakteristik, tantangan kebijakan, dan pendekatan pembangunan yang berbeda. Karena itu, hubungan persahabatan NTT dan Timor-Leste dinilai menjadi modal penting untuk membangun kerja sama yang lebih luas. Sekretaris Dinas kemudian membuka kegiatan secara resmi dan berharap kerja sama ini dapat berkelanjutan serta mendukung pengembangan koperasi.
Sesi materi dipandu Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi. Para narasumber memaparkan tiga topik utama, yaitu manajemen kelembagaan koperasi (tata kelola manajerial, regulasi, dan strategi pengembangan), sistem mentoring dan pendampingan (metode pembinaan, penyuluhan, dan peran pendamping), serta evaluasi dan pengawasan koperasi (monitoring, evaluasi berkala, dan pelaporan kinerja).
Pada sesi diskusi dan tanya jawab, peserta SECoop aktif bertanya seputar penanganan temuan pemeriksaan koperasi, proses pengesahan badan hukum koperasi, kewajiban perpajakan koperasi, serta peluang dan tantangan hadirnya Koperasi Merah Putih. Dinas menjelaskan bahwa pembinaan dimulai dari rekomendasi perbaikan, lalu pengurus koperasi dapat mengajukan pendampingan melalui surat atau secara langsung dengan mengisi formulir. Setelah pendampingan selesai, hasilnya dievaluasi untuk melihat apakah indikator kesehatan koperasi meningkat. Dinas juga menyediakan layanan pengaduan daring, WA Group bagi pengurus koperasi binaan, serta kanal YouTube Klinik Digitalisasi Koperasi yang memuat pelatihan online gratis.
Terkait Koperasi Merah Putih, dibahas bahwa kehadirannya menjadi peluang untuk menggerakkan ekonomi desa dan mencegah urbanisasi, sementara koperasi sehat yang sudah ada berpeluang menjadi “kakak asuh”. Salah satu tantangannya ialah belum semua masyarakat melek digital.

Usai kegiatan di Dinas, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT mendampingi para peserta mengunjungi sejumlah koperasi sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pembelajaran. Pada hari pertama, Kamis (22/10/2026), rombongan mengunjungi KSP TLM Indonesia dan KSP Kopdit Adiguna. Kunjungan dilanjutkan pada Jumat (23/10/2026) ke KSP Kopdit Obor Mas dan KSP Kopdit Serviam.
Melalui kunjungan ini, kedua pihak berharap pertukaran pengetahuan dan pengalaman dapat menjadi awal kerja sama yang berkelanjutan di bidang koperasi antara NTT dan Timor-Leste. (*)













